Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Dewan Pimpinan Taman Pelajar Aceh Yogyakarta Melakukan Pendakian Massal Di Puncak Gunung Merapi

Written By Unknown on Sabtu, 28 Desember 2013 | 23.49

Diantara berbagai seremonial peringatan 9 tahun gempa bumi dan tsunami Aceh banyak di antara kita mungkin melupakan berbagai hikmah dibalik cobaan yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Perdamaian antara Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka merupakan salah satu dari jutaan hikmah dibalik musibah itu kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kamis, 26 Desember 2013 tepat 9 tahun sudah peristiwa gempa bumi dan tsunami aceh terjadi. Hingga saat ini masih banyak peran dan tugas yang harus diselesaikan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat aceh. Dengan tidak terlena euphoria yang semata hanya untuk menafikan bahwa rakyat sudah sejahtera dan pembangunan fisik telah terlaksana, tapi hal ini merupakan anomali. Kita harus mengakui bahwa perdamaian ini merupakan perdamaian semua kalangan dan tidak lagi terprovokasi dengan segilintir elit elit yang mengatasnamakan dirinya untuk tujuan kemerdekaan aceh. Akan tetapi, sekarang ini aceh telah merdeka dari segala bentuk kebakuan yakni konflik dan bencana besar tsunami. Yang menjadi tantangan kedepan ialah mempersatukan seluruh gagasan pikiran untuk membangun aceh yang moderat dan agamis.

Dewan Pimpinan Taman Pelajar Aceh Yogyakarta, memperingati Gempa Bumi dan Tsunami Aceh dengan melakukan Pendakian massal dan malam Renungan di Puncak Gunung Merapi Yogyakarta. Pendakian ini dimulai pada hari rabu 26 Desember 2013 pukul 01.00 dinihari dan sampai ke puncak pada pukul 07.00 Waktu Yogyakarta. Pedakian ini diikuti oleh 50 mahasiswa aceh di Yogyakarta 10 diantaranya merupakan mahasiswi.

M.Chandra Rizqi selaku ketua Tim Pendakian Massal mengatakan “gunung merapi merupakan gunung berapi teraktif di Indonesia dan merupakan gunung tertinggi di Yogyakarta, gunung yang memiliki ketinggian 2968 mdpl ditempuh dalam waktu 5 jam normal, akan tetapi dalam pendakian ini ada beberapa rekan kami yang mengalami kelelahan dan kedinginan, dengan mengucap syukur Alhamdulillah pendakian yang kami lakukan dapat ditempuh dengan waktu 6 jam dan semua pendaki sampai pada titik upacara yakni pasar bubrah”. “Tsunami adalah semangat di balik kesedihan, maka kita sebagai generasi Aceh harus kuat untuk menuju tingkat tertinggi yang lebih baik,” ungkap Chandra yang sering disapa Mas Coy.

Agam Zafina salah satu pendaki mengatakan “pendakian ini sungguh sangat menguji mental karena dalam 2 minggu terakhir Yogyakarta mengalami cuaca hujan. Akan tetapi, pada pendakian kali ini cuaca terlihat sangat cerah dengan sapaan bulan bintang dan merahnya matahari terbit di puncak gunung merapi.”


Taufik Akbar, Ketua Umum Taman Pelajar Aceh Yogyakarta juga ikut andil dalam pendakian. Taufik mengatakan “peringatan 9 Tahun Tsunami aceh di yogyakarta kali ini merupakan yang spesial, karena baru pertama kali diperingati di puncak gunung merapi. Pendakian massal ini mengambil tema ‘Geunta Perantauan’, yang mana kami sebagai mahasiswa Aceh yang merantau ke Yogyakarta tetap mengingat bahwa Aceh adalah tanah dimana kami dilahirkan.

Pendakian massal ini juga diikuti dengan malam renungan serta upacara pengibaran bendera Merah Putih dan pengibaran bendera bulan bintang. Taufik menambahkan “Bendera seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan, tetapi sebagai symbol penyatuan rakyat Aceh. Ini terlihat dari besarnya antusias para pendaki yang berasal dari berbagai daerah di Aceh.” Semua pendaki dengan selamat kembali lagi ke balee gadeng pada pukul 01.00 dinihari tanggal 27 desember 2013. (***/Adi Doles)

Manjakan Lidah Dengan Sensasi Cita Rasa Kopi Kelas Dunia


Sebahagian penikmat kopi umumnya masih banyak yang tidak mengetahui bahwasanya meminum segelas kopi dapat menyehatkan tubuh, menurut berbagai Pakar kopi mengatakan kopi sangat baik untuk metabolisme tubuh, seperti merangsang andrenalin dan merangsang sistem pembuluh darah.
Kandungan antioksidan yang cukup tinggi dari satu gelas kopi, dapat mengurangi resiko kanker hati, usus, penyakit perkinson, dan diabetes tipe II selain itu juga mampu mengurangi resiko terkena kanker payudara hingga 75 persen, kandungan kafein didalam kopi dapat memperlancar peredaran darah dan memperlancar penyerapan obat di dalam tubuh
Menurut Dr. Charalambos vlachopoulus dari yunani menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara meminum kopi dengan meningkatnya tekanan darah. Malahan mengkonsumsi kopi dapat meningkatkan kesuburan bagi pria . “sumber buku pintar kopi, Ir. Edi Pangabean, 2011, PT Argo Media Pustaka, Jakarta”.
***

Kota Banda Aceh merupakan pusat jajanan kopi terbanyak di Indonesia, hampir disetiap jalan sudah dipenuhi gerai “warung” kopi yang menawarkan berbagai jenis kopi. Para pecandu kopi selalu di tawarkan menu-menu racikan kopi yang  khas dari setiap warung kopi yang dikunjungi di Kota ini.

Namun, telah hadir satu warung kopi di Kota Banda Aceh yang menyajikan kopi asli arabika gayo dengan cita rasa kelas dunia. Menikmati sensasi dibalik rasa segelas espresso coffee tentunya sudah tidak jarang lagi di Aceh. Tapi, bila gayo arabika espresso disandingkan dengan pisang atau alpukat apa jadinya ya.

Menjawab rasa penasaran tersebut, kabaracehonline.com menyimbagi warung yang diberi nama Zam-Zam Coffe Shop di Jln. Dr. Mr. Teuku H. Muhammad Hasan tepatnya di depan dealer Toyota Dunia Barusa.

Setibanya di warung kopi tersebut, saya pun langsung berkenalan dengan sang pemilik warung yaitu Nurdin KH, pria kelahiran Gayo yang dulunya merupakan seorang guru di Jakarta dan ketika pensiun dirinya mencoba peruntungan membuka sebuah Warung Kopi yang di beri nama Zam- Zam Coffee Shop. Katanya.

Nurdin sapaan akrabnya merupakan sosok pria yang selalu tampak sumringah. Senyum yang tersungging dari raut wajahnya itu alami. Raut wajahnya selalu bersahabat, walaupun terhadap orang yang belum ia kenal sekalipun. Dalam dirinya ada segudang talenta, enerjik, piawai, mandiri, suka bergaul serta visioner dalam hidupnya. Menurut salah seorang teman sejawatnya.

Awalnya Nurdin berfikir bahwa selama ini kopi yang terbaik dari Gayo selalu dijual dalam bentuk biji kepada para pedagang. Namun kita sebagai pemilik sah kopi tersebut tidak pernah menikmati rasa yang khas dari kopi-kopi yang kita tanam selama ini, maka dari sinilah saya bertekat membuka sebuah warung kopi di Kota Banda Aceh dengan rasa asli Gayo dan kualitas biji kopi terbaik, itu semua dapat dibuktikan bilamana ada pengunjung yang meragukannya. Kata Nurdin

Lanjutnya banyak teman-teman yang mengatakan kalau saya termasuk orang yang berani berbisnis warung kopi di tengah lesu dan hancurnya berbagai bisnis warung kopi, apalagi warung ini tepat dibuka pada bulan suci Ramadhan yang hanya bisa buka setelah salat taraweh selesai. Tapi bagi saya bilamana nantinya gagal itulah pastinya awal dari keberhasilan,. Dan tidak akan ada yang tau apa yang akan terjadi dikedepan hari sebelum mencoba. Orang yang sukses adalah orang yang berani mengambil resiko. Ucapnya dengan tegas.

Namun, ternyata resiko yang diambil Nurdin mulai berbuah dan menuai hasil. walaupun baru memasuki usia satu bulan pembukaan warungnya, tapi sudah terlihat jelas antusias para pengunjung yang cukup ramai sedang menyeruput segelas kopi di meja mereka.
Semua itu berkat doa dari segenab keluarga, juga dukungan dan kerjasama seluruh karyawan yang bekerja di warung tersebut, serta tentunya ada yang paling special di warung ini, yaitu menu yang ditawarkan tidak akan pernah dijumpai ditempat lain, yaitu: Gayo Arabica Espresso Banana, Gayo Arabica Espresso Alvocado, Zam-Zam Sanger Tiramisu. Ditanya soal ketiga menu special ini, Nurdin pun menjelaskan satu per satu arti dari istilah menu tersebut.

Gayo Arabica Avocado coffee , merupakan racikan biji Kopi Arabica kualitas terbaik yang di ramu dengan alpukat pilihan yang masih segar isinya lalu dihidangkan dengan tambahan  ice cream vanilla diatasnya.
Gayo Arabica Espresso Banana, merupakan merupakan racikan yang sempurna dari ekstrak long berry dengan pisang raja yang mutunya juga terjaga. Dihidangkan dalam keadaan dingin.

Zam-Zam Sanger Tiramisu, merupakan racikan biji Kopi Arabica kualitas terbaik yang diseduh dengan air Zam-Zam. Saya jamin, sesudah minum pasti balik lagi besok, kalau menu yang satu ini memang merupakan menu yang cukup special dan luar biasa yang kita punya disini.

Nurdin menambahkan ketiga menu special diatas merupakan racikan hasil eksperimen yang telah ia lakukan bersama keluarga selama berbulan-bulan sebelum dirinya membuka warung dan ternyata racikan tersebut setalah diluncurkan kepasar benar-benar menadi sebuah kenikmatan tersendiri bagi para pecinta kopi bahkan sampai ada orang yang memang tidak suka meminum kopi, setelah mencoba salah satu resep diatas, jadi ketagihan. Menurut Nurdin racikan tersebut benar-benar menghasilkan kenikmatan yang lebih dari sekedar meminum kopi biasa. (Adit)

Pantai Cermin Ulee Lheue, Panorama Alam di Balik Saksi Bisu berbagai peristiwa besar

Written By Unknown on Jumat, 14 Juni 2013 | 10.49

Foto suasana Pantai Cermin Ulhe Lheue di Malam Hari
Pantai Cermin Ulee Lheue merupakan objek wisata pantai yang terletak di Gampong Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Panorama di pantai Cermin Ulee Lheue ini amat memikat. Disiang hari yang cerah bagaikan lukisan alam berupa teluk yang dihiasi barisan pegunungan di sebelah selatan serta pulau-pulau kecil di kejauhan. Pada saat matahari terbenam  para pengunjung bisa menikmati pemandangan sunset yang sangat indah.

Pengunjung Pantai Cermin Ulee Lheue selain dapat menimati keindahan suasana pantai yang berair tenang bisa juga memancing ikan karang seperti ikan kerapu atau rambe. bahkan bagi para fishing addict bisa koordinasi dengan nelayan setempat untuk meminjam/menyewa perahu dan memancing ke laut lepas.

Disamping sebagai obyek wisata, di Ulee Lhue terdapat dermaga/pelabuhan kapal yang menuju Pulau Weh (Sabang) atau gugusan pulau-pulau kecil di sekitar kota Banda Aceh.

Pantai Cermin Ulee Lheue hanya berjarak sekitar 3 Km dari pusat kota Banda Aceh, sehingga akses transportasi tidak begitu sulit. Dengan kualitas jalan aspal yang lebar dan didukung jasa transportasi umum seperti becak motor, labi-labi (Angkutan umum),dan taxi. Jadi sungguh sangat mudah untuk menuju Pantai Cermin Ulee Lheue.

Pantai Cermin Ulee Lheue juga merupakan saksi bisu berbagai peristiwa besar yang terjadi di Indonesia atau Aceh khususnya. Pantai ini menjadi saksi bagaimana para pejuang Mujahidin dan kesultanan Aceh dengan gigih dan gagah berani mempertahankan garis pantai Kuta raja (Banda Aceh sekarang) dari dua kali pendaratan pasukan kolonial Belanda (1873 dan 1874) yang bermaksud menguasai kerajaan Aceh Darussalam.

Kemudian di penghujung tahun 2004, dimana Ulee Lheue merupakan wilayah yang paling parah diterjang Bencana Alam Tsunami. Meski begitu, Pantai Ulee Lheue masih terlihat begitu cantik pasca tsunami. Bila air surut akan terlihat karang-karang di perairannya, dan di kejauhan terlihat panorama bukit yang begitu indah.

Yanti salah seorang pedagang kelapa muda yang sudah tiga tahun berjualan di kawasan pantai cermin Ulee Lheue kepada kabar Aceh mengatakan pantai cermin sekarang ramainya pada hari sabtu dan minggu sore juga dimusim-musim liburan saja.

“Ya walaupun ramai pengunjungnya hanya dihari-hari tertentu saja, tapi insya Allah sudah bisa menghidupi periuk nasi dirumah. Karena tidak hanya air kelapa muda saja yang kami sediakan disini  tapi ada menu lainnya juga seperti jus dan mie. Apalagi kalau hari libur sangat banyak pedagang kuliner yang datang ke sini seperti pedagang Bakso goreng, somay, jagung bakar, sate, kentang unik dan kuliner ringan lainnya ,” ungkap yanti kepada kabar Aceh.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang kelapa mudah lainnya, salah satunya adalah Rahmat yang sudah tiga tahun lamanya berdagang di kawasan pantai tersebut. Saat ditanya para pengunjung yang sering datang Rahmat mengatakan kebanyakan ya merupakan warga Aceh dan sisanya adalah turis asing maupun warga dari luar Aceh.

“Kalau bagi saya siapapun pelanggannya baik dari luar kota ataupun dalam kota saya tidak pernah membeda-bedakan harga. Yang terpenting bagi saya adalah kenyamanan dan kepuasan pengunjung menjadi satu-satunya acuan kami para pedagang  disini. Dan juga bagi saya pribadi adalah selalu memprioritaskan lokasi yang bersih juga tempat duduk yang nyaman sehingga pelanggan dapat betah pada saat mengunjungi lapak saya”. Ungkap Rahmat dengan tegas.

Dipantai ini juga ada sepeda dayung buat para keluarga yang mau berputar-putar diatas air bersama keluarganya dan juga alat-alat pembantu berenang seperti pelampung buat anak-anak dan orang dewasa. Kata salah seorang penjaga sepeda air di lokasi pantai tersebut.
Fendi salah seorang pengunjung pantai cermin yang sedang berlibur bersama keluarganya yang baru tiba dari Jakarta mengatakan bahwasanya panati cermin ini sangat bagus untuk sarana liburan keluarga, karena selain airnya tenang juga ada pembatas batu yang sangat tinggi sehingga tidak membuat airnya langsung lepas ke laut, jadi sangat aman buat anak-anak bermain disini.

Fendi yang juga pemilik toko Intens dikawasan Tgk.Panglima Polim Kota Banda Aceh ini menambahkan kalau bisa kedepannya untuk semua pedagang harap menjaga kebersihan, karena pantai ini cukup bagus untuk sarana rekreasi keluarga juga memiliki nuansa tenank saat nongkrong disini sambil menunggu sunset yang begitu indah disore harinya.

“ Aceh sekarang ini sangat menjadi sasaran objek wisata bagi warga di luar kota juga luar Negeri, karena teman-teman saya dari luar kota sering berlibur ke Aceh untuk menikmati wisata alam dan kulinernya disaat sedang libur kerja, tapi kalau bisa pemerintahan khususnya Dinas Pariwisata bisa selalu tetap menjaga kawasan wisata di Kota Banda Aceh ini agar tidak hilang kealamiannya, khususnya pantai cermin ini yang memang memiliki banyak perjalanan sejarah dan juga merupakan lokasi wisata keluarga yang nyaman dan aman,” Ungkap Fendi kepada Kabar Aceh.

“Apalagi kawasan pantai cermin ini juga bisa digunakan untuk mincing bagi warga kota ataupun para turis yang memiliki hoby memancing. Juga bisa menjadi sarana hunting bagi para photographer, seperti yang saat ini kita liat para pemancing yang sedang memancing di atas bebatuan yang benar-benar nyaman juga sangat aman bagi mereka yang sudah berada di usia tua.” Ujar Fendi sambil tersenyum.

Fendi juga menambahkan saya selaku warga kelahiran Aceh sangat bangga dengan wisata alam yang ada di Aceh khususnya Kota Banda Aceh, jadi kepada masyarakat dan khususnya Dinas terkait tentang pariwisata semoga dapat menjaga kealamian wisata alam kita yang sangat luar biasa juga sudah mendunia.

Jadi kalaupun mau direhap atau diberi tambahan apapun jangan sampai terlalu over sehingga nantinya dapat menyebabkan kehilangan ke khassan/kealamian tempat ataupun objek wisata  yang kita miliki saat ini. Seperti yang bisa kita liat saat ini adalah Kapal Pltd Apung yang sekarang sudah terlihat mulai hilang kealamiannya sebab perubahan yang sudah dilakukan. (Aditya)


Putroe Phang Art and Music WeekendShow

Penampilan Kesenian Sulap M13 Atjeh Magician Community
Banda Aceh-Aceh dikenal sebagai daerah yang sangat kaya dengan senidan budaya. Namun, kesenian dan nilai budaya tersebut akan sangat mudah rapuh jika tidak dijaga dan dilestarikan. Salah satu bentuk keperdulian tersebut, tercermin dengan dilaksanakannya event Putroe Phang Art and Musik Weekend Show.

Putroe Phang Art and Musik WeekendShow merupakan event yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh. Gelaran kegiatan tersebut dilaksanakan setiap akhir pekan. Sementara lokasi yang dipilih adalah Taman Putroe Phang.

Rangkaian kegiatan bernuansa seni tersebut, dilakukan sebagai bentuk apresiasi bagi pekerja seni di Banda Aceh khususnya. Adapun seni dan budaya yang ditampilkan meliputi senitari, music, rapaie, sulap, theater, debus dan beberapa kesenian lainnya.

Selain untuk memperkenalkan seni dan budaya kepada masyarakat yang digelar secara gratis, hadirnya program tahunan Putroe Phang Art and Musik Weekend Show tersebut juga sebagai salah satu bentuk keperdulian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menghidupkan Taman Putroe Phang.

Taman yang berada dipusat kota dan memiliki nilai sejarah yang luar biasa tersebut, selalu diramaikan oleh pengunjung disetiap sore hari. Pengunjung yang didominasi oleh wisatawan lokal dan biasanya membawa serta keluarga inilah yang menjadi sasaran penyajian kesenian.

Hal tersebut pernah disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banda Aceh Drs Reza Fahlevi MSi, beberapa waktu yang lalu kepada Kabar Aceh. Menurutnya, taman tersebut menjadi tempat pavorit yang dimanfaatkan para sebagian besar orang tua untuk berekreasi bersama keluarganya.

Salah seorang pengunjung yang ditemui Kabar Aceh di Taman Putroe Phang Minggu sore pekan lalu, mengatakan bahwa dirinya sering membawa keluarganya untuk berekreasi di taman tersebut. Menuruntnya, selain berada dipusat kota, keasrian taman tersebut juga memiliki nilai tersendiri baginya.

Masih menurut Erni, selain memiliki tempat yang luas untuk anak-anak bermain dengan aman, ia dan keluarganya sering menikmati hiburan dan seni yang ditampilkan di panggung taman tersebut.

“Enak disini, tempatnya adem, tempat bermain juga luas, terus kalau sore kan ada pertunjukan tari dan  sulap, anak saya paling suka nonton,” demikian penuturan Erni.

Salah seorang pengunjung lainnya, Mirza juga mengatakan hal senada. Menurutnya taman Putroe Phang sangat luar biasa dibandingkan taman-taman lainnya di Kota Banda Aceh. Selain tempatnya bersih, taman tersebut juga memiliki nilai sejarah. “Taman disini bersih, apalagi adalokasi pemandian putri yang tinggi nilai sejarahnya,” demikian ungkapnya.

Lebih jauh, Mirza mengharapkan agar pihak terkait dapat terus memaksimalkan potensi Taman Putroe Phang tersebut. Ia berharap nantinya dilokasi tersebut memiliki pusat jajanan kuliner, karena menurutnya, selama ini para pengunjung datang dengan membawa minuman serta makan dari luar.
“Maunya dibuatkan tindi dalam, jadi selain bisa menikmati panorama, pengunjung juga bisa menonton pagelaran seni sambil menikmati jajanan kuliner,”  demikian tambahnya lagi.

Pantauan Kabar Aceh, Taman Putroe Phang tersebut memang sangat ramai dikunjungi. Bahkan dibeberapa titik terlihat para pengunjung yang mengabadikan keindahan Putroe Phang dengan kamera dan tidak jarang pula lokasi tersebut dijadikan lokasi pemotretan pre wedding dan model. (Aditya)




“Counter” Jubah Hadir di Masjid Raya

Kota Banda Aceh yang dinobatkan sebagai Bandar Wisata Islami, sepatutnya berbangga hati karena memiliki Mesjid Raya Baiturrahman. Masjid kebanggaan orang Aceh yang sangat banyak menyimpan catatan sejarah.

Masjid ini dahulunya merupakan Mesjid Kesultanan Aceh. Menurut catatan sejarah, saat Belanda menyerang Kutaraja pada tahun 1873, Mesjid ini dibakar, namun pada tahun 1875 Belanda membangun kembali sebuah Mesjid sebagai penggantinya.

Awalnya Mesjid ini berkubah tunggal yang pembangunannya dapat diselesaikan pada 27 Desember 1883. Selanjutnya Mesjid tersebut di perluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935.Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah (1959-1968). 

Masjid tersebut merupakan salah satu masjid yang terindah di Indonesia bahkan dikatagorikan masuk dalam 10 Mesjid terindah didunia yang memiliki bentuk yang khas, ukiran yang menarik, halaman yang luas dan terasa sangat sejuk apabila berada didalam ruangan masjid tersebut. ***

Namun ada nuansa yang berbeda jika mengunjungi Mesjid Raya Baiturrahman saat ini. hampir setiap saat Mesjid tersebut ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal, domestic bahkan internasional. Sebagian memang datang untuk beribadah, menggali nilai sejarah dan ilmu pengetahuan, bahkan tidak sedikit yang datang sekedar berekreasi.

Memasuki gerbang utama, ada sekelumit tulisan yang dipadu dengan tiga (3) bahasa yaitu bahasa Indonesia, Ingris dan bahasa Arab yang bunyinya “Anda Memasuki Kawasan Wajib Berbusana Muslim/Muslimah”. Himbauan inilah yang ditekankan oleh pemerintah demi menjaga nilai-nilai dan kaedah ke-Islaman di kawasan Mesjid kebanggan rakyat Aceh tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan busana muslimah bagi para pelancong yang mengunjungi Mesjid tersebut, disalah satu sudut masjid terlihat sebuah ruangan yang menyediakan busana muslim/muslimah. Ruangan tersebut diberi nama Counter Jubah.

Biasanya, guide atau  pemandu wisata langsung mengarahkan tamu yang dibawanya ke counter tersebut sesaat sebelum memasuki atau berkeliling dalam kawasan pekarangan Mesjid. Selain mendapatkan jasa peminjaman Jubah, wisatawan juga mendapatkan berbagai informasi tentang sejarah panjang Mesjid bersejarah tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh M. Nur Ar, salah seorang pengurus di sekretariat Masjid Raya Baiturrahman kepada Kabar Aceh. Menurutnya, counter jubah tersebut dibangun pada pertengahan Desember tahun 2012. Tujuan didirikannya counter jubah tersebut guna bagi paraturis yang non-muslim agar bisa singgah ke counter tersebut dan menggunakan jubah yang disediakan.

“Turis identik dengan penampilan luar negerinya yang bisa kita katakana sangat non syariat Islam, apalagi pada saat menunaikan ibadah shalat di Mesjid, terus ada turis yang berkunjung dengan pakaian yang sangat minim dan tidak bersyariatkan Islam,” demikian ungkap M. Nur.
Masih menurut M. Nur, dibangunnya counter jubah tersebut agar para guide (pemanduwisata) bisa mengarahkan turis mereka ke counter tersebut untuk memakai jubah, guna saling menghargai antara sesame umat beragama.

Lebih lanjut M.Nur mengharapakan agar para masyarakat khususnya kaum wanita yang ingin mengunjungi Mesjid Raya tersebut hendaknya memakai pakaian yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

“Jangan memakai celana yang ketat dan juga mari bersama kita saling membuka mata dan telinga untuk lebih peka lagi terhadap pelaksanaan syariat Islam yang ada di bumi serambi mekah ini. Jadi sebaiknya kita jaga dan jangan dikotori oleh perbuatan-perbuatan yang melecehkan Mesjid serta melanggar syariat Islam,” demikian harapnya.

Lebihjauh,  M. Nur mengharapkan agar pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh agar dapat mengirim orang untuk menjaga counter tersebut setiap hari. Menurutnya, tidak selamanya turis datang dengan pemandunya, tidak jarang para turis datang tanpa ditemani pemandu.


Diharapkan kedepan nantinya, akan ditempatkan para pemandu wisata yang professional dan juga diharapkan agar dipekarangan Mesjid itu nantinya disediakan Centre Informasi khusus untuk paraturis mancanegara yang dijaga oleh para guide yang mampu berkomunikatif dengan baik dengan para turis tersebut. (Aditya)

Kapal PLTD Apung

Written By Unknown on Kamis, 13 Juni 2013 | 10.39

Kapal PLTD Apung Punge Blangcut adalah salah satu dari sekian banyak objek bersejarah peninggalan Tsunami 2004. Kapal PLTD Apung ini terdorong sejauh ±5 Km oleh terjangan gelombang Tsunami. Dan sampai sekarang monument ini dipertahankan untuk menjadi salah satu Objek wisata di Banda Aceh.

Mulanya kapal ini “parkir” di perairan Pantai Ulee Lheue. Makanya disebut sebagai kapal apung. Di atasnya ada mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel untuk membantu suplai arus listrik bagi masyarakat di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Ketika kecamuk konflik melanda Aceh arus listrik sering terganggu, keberadaan kapal ini cukup membantu.

Oleh karenanya, untuk mengenang dan sebagai bukti sejarah, kapal PLTD Apung tersebut tetap dibiarkan begitu saja, sehingga siapa saja yang datang ke Banda Aceh akan mengetahui bahwa daerah itu pernah dilanda gempa bumi dan tsunami yang dahsyat. Kapal tersebut tidak hanya sebagai saksi bisu, tapi oleh Pemerintah kota Banda Aceh juga dimanfaatkan sebagai objek wisata yang bisa menghidupkan perekonomian daerah, khususnya masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Kawasan kapal PLTD Apung yang dibangun sejak 2006 ini kini sudah selesai dengan areal seluas 2,5 hektare.

Dan setelah direnovasi, kini objek wisata yang satu ini semakin hidup dan tentu semakin ramai dikunjungi. dengan hanya membayar uang masuk Rp.2000, pengunjung bisa berkeliling lokasi melalui jalan setapak yang telah disediakan. Dan bisa juga langsung naik ke kapal yang beratnya itu mencapai 2600 Ton dan panjang 63 meter. Dari atas kita bisa melihat langsung kota Banda Aceh dari ketinggian kapal. Dan juga disediakan teropong untuk melihat lebih jauh kota Banda Aceh dengan menggunakan koin Rp.500. Selain kapal, di kawasan itu juga dibangun monumen relief tsunami PLTD, menara pandang, air mancur, perpustakaan dan fasilitas lain.


Makam Sultan Iskandar Muda


Bangunan yang memiliki 12 tiang penyangga kokoh, namun sama sekali tidak memiliki dinding. Seluruh bangunannya berwarna krem pekat dan tampak sangat terawat. Di sinilah terdapat sebuah makam seorang Raja Aceh yang sangat termasyur hingga saat ini. warna makam dicat warna putih dengan paduan les hijau tua yang kontras. Di sekelilingnya terdapat tulisan kaligrafi berwarna emas. Dibandingkan dengan makam yang lain, makam ini tampak sangat ‘berkharisma’ dan mempunyai nilai historis paling tinggi.
Makam tersebut adalah milik Poeteumeureuhom Sultan Iskandar Muda. Seorang raja kharismatik yang pernah membawa Aceh pada puncak kegemilangan. Sebagaimana tertulis di dinding makam, Sultan Iskandar Muda dilahirkan pada tahun 1590 Masehi dan wafat pada tanggal 27 Desember 1636 dalam usia 42 tahun.
Sultan Iskandar Muda memerintah sejak tahun 1607 sampai tahun 1636 Masehi. Ia telah menjadi Sultan sejak berusia 17 tahun. Meskipun usianya masih sangat belia ketika itu, namun ia memiliki kecakapan luarbiasa dalam memimpin.  Ia juga seorang yang sangat adil dan bijaksana sehingga disegani oleh kawan maupun lawannya. Meski pun telah menjadi seorang Sultan beliau sangat taat pada hukum agama dan tunduk pada hukum adat.
Pada masa itu ia mampu membuat Aceh memiliki 600 buah Seukunar (kapal perang berlambung rendah), 130 unit kapal pengangkut yang memiliki kapasitas 30 ekor gajah dan 200 prajurit. Dan memiliki sebuah kapal raksasa (kapal induk) bernama Cakra Donya yang digunakan sebagai aba-aba komando.
Di 32 wilayah yang berbeda Sultan menempatkan 216.500 prajurit, dan lima ribu ekor kuda yang tersebar mulai di wilayah Pidie, Pase, Teunom, Daya, Jeumpa, Tamiang, Aru, Langkat, Serdang, Deli, Bedagi, Batu Bara, Asahan sampai ke Siak. Sebagiannya lagi di Banan, Temusik, Trumon, Bengkulu, Bengkulen, Kampar dan Pariaman. Juga di wilayah Selida, Toba, Nias, Isaq, Linge, Johor, Pahang hingga ke Pattani.
Tahun 1634 Masehi, Sultan Iskandar Muda memimpin sendiri serangannya ke Malaka untuk menyerang Portugis. Dengan komando dan strategi dari kapal induk Cakra Donya ia mengerahkan 300 kapal dengan jumlah 25 ribu personil. Pasukannya berhasil menghancurkan armada Portugis dan berhasil mengepung benteng La Famosa selama setahun.
Namun Patani, Johor dan Kedah akhirnya bersekongkol untuk mengkhianati Aceh. Ke tiga wilayah yang berada di bawah kesultanan islam Nusantara itu bersekutu dengan Portugis untuk memblokade darat dan mereka bisa masuk ke dalam benteng La Fosa.
Persekutuan ini menyebabkan pecahnya perang hingga tiga bulan lamanya dan menelan korban hingga 15 ribu pasukan di pihak Aceh. Setahun kemudian Sang Pemimpin pun mangkat.
Sekarang, setelah 306 tahun berlalu, bahkan ketika kelak ranting-ranting pohon Asam di Gedung Juang lapuk dimakan usia, dan meriam-meriam buatan Belanda, Portugis dan Jepang tidak sanggup lagi bertengger di tempatnya, namun Sang Sultan tetap menjadi idola di hati rakyat Aceh.[]
 
Support : Copyright © 2011. Kabar Aceh - All Rights Reserved
Alamat Redaksi/ Bisnis/ Pemasaran: Jln.Mohd.Taher,Kec.Lueng Bata,Banda Aceh. Telp/Hp: 081360224009