Home » , » Pantai Cermin Ulee Lheue, Panorama Alam di Balik Saksi Bisu berbagai peristiwa besar

Pantai Cermin Ulee Lheue, Panorama Alam di Balik Saksi Bisu berbagai peristiwa besar

Written By Kabar Aceh on Jumat, 14 Juni 2013 | 10.49

Foto suasana Pantai Cermin Ulhe Lheue di Malam Hari
Pantai Cermin Ulee Lheue merupakan objek wisata pantai yang terletak di Gampong Ulee Lheue Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Panorama di pantai Cermin Ulee Lheue ini amat memikat. Disiang hari yang cerah bagaikan lukisan alam berupa teluk yang dihiasi barisan pegunungan di sebelah selatan serta pulau-pulau kecil di kejauhan. Pada saat matahari terbenam  para pengunjung bisa menikmati pemandangan sunset yang sangat indah.

Pengunjung Pantai Cermin Ulee Lheue selain dapat menimati keindahan suasana pantai yang berair tenang bisa juga memancing ikan karang seperti ikan kerapu atau rambe. bahkan bagi para fishing addict bisa koordinasi dengan nelayan setempat untuk meminjam/menyewa perahu dan memancing ke laut lepas.

Disamping sebagai obyek wisata, di Ulee Lhue terdapat dermaga/pelabuhan kapal yang menuju Pulau Weh (Sabang) atau gugusan pulau-pulau kecil di sekitar kota Banda Aceh.

Pantai Cermin Ulee Lheue hanya berjarak sekitar 3 Km dari pusat kota Banda Aceh, sehingga akses transportasi tidak begitu sulit. Dengan kualitas jalan aspal yang lebar dan didukung jasa transportasi umum seperti becak motor, labi-labi (Angkutan umum),dan taxi. Jadi sungguh sangat mudah untuk menuju Pantai Cermin Ulee Lheue.

Pantai Cermin Ulee Lheue juga merupakan saksi bisu berbagai peristiwa besar yang terjadi di Indonesia atau Aceh khususnya. Pantai ini menjadi saksi bagaimana para pejuang Mujahidin dan kesultanan Aceh dengan gigih dan gagah berani mempertahankan garis pantai Kuta raja (Banda Aceh sekarang) dari dua kali pendaratan pasukan kolonial Belanda (1873 dan 1874) yang bermaksud menguasai kerajaan Aceh Darussalam.

Kemudian di penghujung tahun 2004, dimana Ulee Lheue merupakan wilayah yang paling parah diterjang Bencana Alam Tsunami. Meski begitu, Pantai Ulee Lheue masih terlihat begitu cantik pasca tsunami. Bila air surut akan terlihat karang-karang di perairannya, dan di kejauhan terlihat panorama bukit yang begitu indah.

Yanti salah seorang pedagang kelapa muda yang sudah tiga tahun berjualan di kawasan pantai cermin Ulee Lheue kepada kabar Aceh mengatakan pantai cermin sekarang ramainya pada hari sabtu dan minggu sore juga dimusim-musim liburan saja.

“Ya walaupun ramai pengunjungnya hanya dihari-hari tertentu saja, tapi insya Allah sudah bisa menghidupi periuk nasi dirumah. Karena tidak hanya air kelapa muda saja yang kami sediakan disini  tapi ada menu lainnya juga seperti jus dan mie. Apalagi kalau hari libur sangat banyak pedagang kuliner yang datang ke sini seperti pedagang Bakso goreng, somay, jagung bakar, sate, kentang unik dan kuliner ringan lainnya ,” ungkap yanti kepada kabar Aceh.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang kelapa mudah lainnya, salah satunya adalah Rahmat yang sudah tiga tahun lamanya berdagang di kawasan pantai tersebut. Saat ditanya para pengunjung yang sering datang Rahmat mengatakan kebanyakan ya merupakan warga Aceh dan sisanya adalah turis asing maupun warga dari luar Aceh.

“Kalau bagi saya siapapun pelanggannya baik dari luar kota ataupun dalam kota saya tidak pernah membeda-bedakan harga. Yang terpenting bagi saya adalah kenyamanan dan kepuasan pengunjung menjadi satu-satunya acuan kami para pedagang  disini. Dan juga bagi saya pribadi adalah selalu memprioritaskan lokasi yang bersih juga tempat duduk yang nyaman sehingga pelanggan dapat betah pada saat mengunjungi lapak saya”. Ungkap Rahmat dengan tegas.

Dipantai ini juga ada sepeda dayung buat para keluarga yang mau berputar-putar diatas air bersama keluarganya dan juga alat-alat pembantu berenang seperti pelampung buat anak-anak dan orang dewasa. Kata salah seorang penjaga sepeda air di lokasi pantai tersebut.
Fendi salah seorang pengunjung pantai cermin yang sedang berlibur bersama keluarganya yang baru tiba dari Jakarta mengatakan bahwasanya panati cermin ini sangat bagus untuk sarana liburan keluarga, karena selain airnya tenang juga ada pembatas batu yang sangat tinggi sehingga tidak membuat airnya langsung lepas ke laut, jadi sangat aman buat anak-anak bermain disini.

Fendi yang juga pemilik toko Intens dikawasan Tgk.Panglima Polim Kota Banda Aceh ini menambahkan kalau bisa kedepannya untuk semua pedagang harap menjaga kebersihan, karena pantai ini cukup bagus untuk sarana rekreasi keluarga juga memiliki nuansa tenank saat nongkrong disini sambil menunggu sunset yang begitu indah disore harinya.

“ Aceh sekarang ini sangat menjadi sasaran objek wisata bagi warga di luar kota juga luar Negeri, karena teman-teman saya dari luar kota sering berlibur ke Aceh untuk menikmati wisata alam dan kulinernya disaat sedang libur kerja, tapi kalau bisa pemerintahan khususnya Dinas Pariwisata bisa selalu tetap menjaga kawasan wisata di Kota Banda Aceh ini agar tidak hilang kealamiannya, khususnya pantai cermin ini yang memang memiliki banyak perjalanan sejarah dan juga merupakan lokasi wisata keluarga yang nyaman dan aman,” Ungkap Fendi kepada Kabar Aceh.

“Apalagi kawasan pantai cermin ini juga bisa digunakan untuk mincing bagi warga kota ataupun para turis yang memiliki hoby memancing. Juga bisa menjadi sarana hunting bagi para photographer, seperti yang saat ini kita liat para pemancing yang sedang memancing di atas bebatuan yang benar-benar nyaman juga sangat aman bagi mereka yang sudah berada di usia tua.” Ujar Fendi sambil tersenyum.

Fendi juga menambahkan saya selaku warga kelahiran Aceh sangat bangga dengan wisata alam yang ada di Aceh khususnya Kota Banda Aceh, jadi kepada masyarakat dan khususnya Dinas terkait tentang pariwisata semoga dapat menjaga kealamian wisata alam kita yang sangat luar biasa juga sudah mendunia.

Jadi kalaupun mau direhap atau diberi tambahan apapun jangan sampai terlalu over sehingga nantinya dapat menyebabkan kehilangan ke khassan/kealamian tempat ataupun objek wisata  yang kita miliki saat ini. Seperti yang bisa kita liat saat ini adalah Kapal Pltd Apung yang sekarang sudah terlihat mulai hilang kealamiannya sebab perubahan yang sudah dilakukan. (Aditya)


Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2011. Kabar Aceh - All Rights Reserved
Alamat Redaksi/ Bisnis/ Pemasaran: Jln.Mohd.Taher,Kec.Lueng Bata,Banda Aceh. Telp/Hp: 081360224009