Home » » Demo Tolak BBM Naik, Kepala Polisi Kena Batu

Demo Tolak BBM Naik, Kepala Polisi Kena Batu

Written By Kabar Aceh on Jumat, 21 Juni 2013 | 04.47

Jakarta - Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Santun Marpaung, menjadi korban dalam demonstrasi yang dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jumat sore, 14 Juni 2013.

Satun terkena batu yang dileparkan mahasiswa UKI dari dalam kampus saat berdiri di sekitar gerbang utama. Santun dilarikan ke Rumah Sakit Budi Asih yang tidak jauh dari lokasi untuk mendapatkan perawatan. "Sepertinya begitu (terkena batu). Lemparan batu itu mengenai pagar dan serpihannya mengenainnya," kata Kepala Polres Jakarta Timur, Komisaris Besar Mulyadi Kaharni, di lokasi kejadian, Jumat, 14 Juni 2013.

Aparat terpaksa melakukan pembubaran paksa dengan menggunakan gas air mata. Mahasiswa yang berada di dalam area kampus masih melempar batu ke depan kampus di jalan Mayjen Sutoyo. 

Demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak yang dilakukan puluhan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) berakhir ricuh, Jumat sore. Polisi yang melakukan penjagaan dalam aksi tersebut berusaha membubarkan sekitar 30 mahasiswa UKI yang telah melakukan demo sejak pukul 15.00 WIB.

Kericuhan berawal saat mahasiswa mulai menutup Jalan Mayjen Sutoyo sekitar pukul 18.00 dengan membakar ban bekas dan memaksa sebuah bus Kementerian Perhubungan yang melintas untuk memalangkan busnya. Akibatnya, akses menuju Cawang dari Kramat Jati macet total.
Aparat polisi telah berulang kali memandamkan api dari ban yang dibakar dan meminta mahasiswa tidak menutup Jalan Mayjen Sutoyo. Namun, permintaan polisi dibalas dengan lemparan batu-batu oleh mahasiswa. Mahasiswa pun kembali membakar ban di tengah Jalan Mayjen Sutoyo. Polisi kemudian berupaya membubarkan aksi mahasiswa UKI dengan menyemprotkan gas air mata.

Saat menyemprotkan gas air mata, dua orang mahasiswa yang masih mengenakan almamater diciduk polisi. Ditangkapnya dua mahasiswa itu membuat mahasiswa lainnya mengancam akan terus memblokir jalan hingga membebaskan dua rekannya.

Bermodal gas air mata, polisi membubarkan mahasiswa yang melakukan demonstrasi. Mahasiwa langsung berlari masuk ke dalam kampus. Namun, ratusan polisi ikut mengejar para mahasiswa hingga ke dalam kampus. Dengan membawa tameng, aparat menyisir ke dalam kampus agar tidak kembali melakukan aksi demo dengan menutup jalan.

tempo.co
Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2011. Kabar Aceh - All Rights Reserved
Alamat Redaksi/ Bisnis/ Pemasaran: Jln.Mohd.Taher,Kec.Lueng Bata,Banda Aceh. Telp/Hp: 081360224009