Home » , » Seulaweuet Pertahankan Nilai Tradisi Tari Seudati

Seulaweuet Pertahankan Nilai Tradisi Tari Seudati

Written By Kabar Aceh on Jumat, 14 Juni 2013 | 09.27

Kata seudati berasal dari bahasa Arab syahadati atau syahadatain, yang berarti kesaksian atau pengakuan. Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa kata seudati berasal dari kata seurasi yang berarti harmonis atau kompak. Seudati mulai dikembangkan sejak agama Islam masuk ke Aceh. Penganjur Islam memanfaatkan tarian ini sebagai media dakwah untuk mengembangkan ajaran agama Islam.


Tarian ini cukup berkembang di Aceh Utara, Pidie dan Aceh Timur. Tarian ini dibawakan dengan mengisahkan pelbagai macam masalah yang terjadi agar masyarakat tahu bagaimana memecahkan suatu persoalan secara bersama. Pada mulanya tarian seudati diketahui sebagai tarian pesisir yang disebut ratoh atauratoih, yang artinya menceritakan, diperagakan untuk mengawali permainan sabung ayam, atau diperagakan untuk bersuka ria ketika musim panen tiba pada malam bulan purnama.


Dalam ratoh, dapat diceritakan berbagai hal, dari kisah sedih, gembira, nasehat, sampai pada kisah-kisah yang membangkitkan semangat. Ulama yang mengembangkan agama Islam di Aceh umumnya berasal dari negeri Arab. Karena itu, istilah-istilah yang dipakai dalam seudati umumnya berasal dari bahasa Arab. Diantaranya istilah Syeh yang berarti pemimpin, Saman yang berarti delapan, dan Syair yang berarti nyayian.


Tari Seudati sekarang sudah berkembang ke seluruh daerah Aceh dan digemari oleh masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai media dakwah, Seudati juga menjadi pertunjukan hiburan untuk rakyat. ***


Sanggar Seni Seulaweuet didirikan oleh beberapa orang mahasiswa IAIN Ar-Raniry dengan beragam bidang studi yang terdiri dari sejumlah peminat seni budaya Aceh. Secara resmi Sanggar Seni Seulaweuet dicatatkan dengan status badan hukum Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan NAD, Rabu 22 Maret 2000 dengan Akte Notaris no: 1045/I07.A9/KS.00.08/2000. Sedangkan embrionya sudah terwujud sejak 26 April 1997 yang dirintis oleh M. Isa, S.Ag, M. Andi Sabri, S.Ag dan Ibalda Safwan Idris.


Hal tersebut diungkapkan oleh Muksal Mina, S. Sos. I kepada Kabar Aceh saat ditemui disanggarnya yang bermarkas di Jalan Teuku Nyak Arief, Teungkop Aceh Besar. Muksal Mina yang akrab disapa Muksal juga merupakan Ketua Umum (Ketum) Sanggar Seni Seulaweuet periode 2012-2013.


Muksal juga menambahkan bahwa sistem yang dianut oleh Sanggar Seni Seulaweuet yaitu bersifat kekeluargaan, bukan berorientasi bisnis serta memiliki komitmen untuk ikut serta sebagai kelompok masyarakat yang ingin mempertahankan seni budaya Aceh. Secara khusus Sanggar Seni Seulaweuet berkonsentrasi pada jenis-jenis tarian tradisional Aceh, pengembangan tarian tradisi menjadi tarian garapan baru dan musik yang berbasis pada alat musik tradisional.


Sanggar Seni Seulaweuet juga merupakan salah satu lembaga yang turut di dalamnya menjalankan dakwah Islamiah lewat syair-syair dan pesan-pesan yang dilantunkan oleh syech dan penari dalam memainkan sebuah tarian kepada penonoton seperti, pujian-pujian kepada Allah SWT, Selawat ke atas Nabi, lagu-lagu Islami yang mengandung pesan mengenai tauhid, akhlak, syariah, dan kritikan-kritikan sosial sehingga disetiap gerakan yang serempak penuh dengan kekuatan heroisme ke Acehan yang ditampilkan memiliki daya tarik dan kekaguman  tersendiri terhadap tarian yang dimainkan dan tidak melenceng dari nilai-nilai keislaman” Ugkapnya Muksal dengan tegas.

Muksal juga menambahkan sanggar seulaweuet saat ini memiliki anggota yang masih aktif sebanyak 250 orang ini memiliki terbagi dalam beberapa jenis kesenian tarian terdiri dari lima tarian putra dan enam tarian putri diantaranya, Rapai Geleng, Saman Gayo, Likok Puloe Putra, Ratoh Bantai dan Seudati. Sedangkan tarian putri diantaranya, Ranup Lampuan, Rateb Meuseukat, Laweuet, Ratoh Duek, Likuk Pulo dan Meusare-sare.


“Sanggar Seni Seulaweuet juga memiliki beberapa grop seperti Drama, Pantomin, Kabaret, Teater dan Trobadur, yang dimainkan oleh  putra dan putrid” ungkapnya sambil tersenyum.


Saat ditanya tentang tarian seudati muksal mengatakan bahwasanya setiap orang pasti tau kalau seni seudati ini merupakan salah satu kesenian tradisional Aceh yang begitu familiar di mata masyarakat umum dan masyarakat Aceh sendiri ataupun masyarakat luar lainnya. Seudati merupakan salah satu kesenian tari rakyat, yang pada dasarnya sebagai alat media menyampaikan penerangan Agama (media dakwah) yang lebih ditujukan pada penyampaian syair (kisah).


Kemudian dengan berjalannya waktu tari Seudati kemudian benar-benar berperan sebagai petunjuk hiburan populer untuk rakyat. Unsur kisah dikurangi dan ditonjolkan adalah unsur gerak dan tempo grafik yang berkembang menaik(melejit). Dalam kata kunci gerak lazim disebut kekompakan yang tinggi. Tari Seudati merupakan perlambang gerak heroik dan penuh keceriaan, seakan-akan memperlihatkan sebuah ungkapan kemenangan dari Medan laga. tari ini dalam perjalanan hidupnya, tetap mengekpresikan kepribadian masyarakat Aceh, terbuka, lugas, dinamis, perkasa, dan heroik. 


Bila kita cermati perjalanan seni tari seudati dari masa ke masa banyak sekali terjadinya pergeseran-pergeseran nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hal ini sangat memprihatinkan kita semua selaku generasi penerus bangsa untuk selalu menjaga dan mengembangkan sebuah nilai-nilai tradisi yang di tinggalkan oleh Indatu kita terdahulu.


Oleh karena itu saya dan teman-teman dari sanggar seulaweuet sangat mengharpkan kepada semua teman-teman masyarakat yang khususnya di bidang seni tari harap tidak merubah ataupun menambah-nambahkan apapun kedalam kesenian yang memang sudah ada. Karena sesungguhnya sebagian dari anda juga mungkin memikir itu akan terlihat bagus, tapi sesungguhnya yang terjadi malahan kebalikannya yaitu anda telah menghingkan nilai-nilai tradisi yang di tinggalkan oleh Indatu kita terdahulu.


Muksal juga menerangkan bahwa Sanggar Seni Seulaweuet Mahasiswa IAIN Ar-Raniry Banda Aceh yang dibawah komandonya saat ini juga telah banyak memberikan kontribusi aktif dalam mengembagkan kesenian di bumi serambi mekah ini dalam perjalanan sanggar seulaweuet telah banyak  berkiprah dalam penampilan-penampilan besar baik tingkat nasional maupun internasional, diantaranya.


Penampilan Rapai Geleng dan Saman dalam acara festival saman ke IV di taman Mini Indonesia Indah Jakarta, penampilan tarian pada acara Pesta Konvokesyen yang berlangsung di Universiti Sultan Idris Malaysia pada tahun 2011, penampilan tarian pada acara pameran dagang dan pentas budaya ASEM Trade and Investment on SMEs di Qingdao-Baijing China pada tahun 2007, Penampilan tarian di acara ICCE (International Confrensi and Culture event) Honolulu  Hawaii-USA  pada tahun 2008, Penampilan tari dalam acara World Expo Sanghai di Cina pada tahun 2010, Penampilan tarian dalam acara festival Foklore Dance di Yalova Turki pada tahun 2010, dan  Penampilan Rapai Geleng, Saman, Seudati dan Musik dalam acara Yunus Emre Musik festival di Eskisehir Turki pada tahun 2010. Ungkap Muksal. (Aditya)

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2011. Kabar Aceh - All Rights Reserved
Alamat Redaksi/ Bisnis/ Pemasaran: Jln.Mohd.Taher,Kec.Lueng Bata,Banda Aceh. Telp/Hp: 081360224009